Label Sosial, masih perlukah???
Terlampau sering saya mendengar istilah Bos dan Anak Buah, Atasan dan Bawahan, serta ungkapan lain yang serupa maknanya. Sebetulnya saat mendengar itu semua terasa tak nyaman di telinga. Saya jadi terheran begitu mudah manusia membedakan, mengelompokkan sesamanya. Namun jika ditelusuri memang semua ada sebab muasalnya. Benang merah paling mencolok terjadi saat Karl Marx mengungkapkan teorinya ‘kapital”, sehingga dalam lingkungan social manusia dibedakan mejadi 3 tingkatan yaitu Buttom Class, Middle Class, dan High Class yang didasarkan pada besar kecilnya kepemilikan modal. Namun saya tidak akan mengulasnya lebih panjang. Paling menjadi perhatian saya ialah fenomena ini terus bergulir di kalangan masyarakat kita. Bahkan pemuda-pemuda harapan bangsa juga terbiasa memakai kosakata seperti ini. Apakah di era semacam ini manusia memandang segalanya dari segi materi. T...