Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2013

Label Sosial, masih perlukah???

Gambar
                Terlampau sering saya mendengar istilah Bos dan Anak Buah, Atasan dan Bawahan, serta ungkapan lain yang serupa maknanya. Sebetulnya saat mendengar itu semua terasa tak nyaman di telinga. Saya jadi terheran begitu mudah manusia membedakan, mengelompokkan sesamanya. Namun jika ditelusuri memang semua ada sebab muasalnya. Benang merah paling mencolok  terjadi saat Karl Marx mengungkapkan teorinya ‘kapital”, sehingga dalam lingkungan social manusia dibedakan mejadi 3 tingkatan yaitu Buttom Class, Middle Class, dan High Class yang didasarkan pada besar kecilnya kepemilikan modal. Namun saya tidak akan mengulasnya lebih panjang.                 Paling menjadi perhatian saya ialah fenomena ini terus bergulir di kalangan masyarakat kita. Bahkan pemuda-pemuda harapan bangsa juga terbiasa memakai kosakata seperti ini. Apakah di era semacam ini manusia memandang segalanya dari segi materi. T...

Persiapkan Diri Warga Jawa Timur Memilih

Gambar
                        Ingat kawan 6 hari lagi tepatnya tanggal 29 Agustus 2013 Pilgub untuk daerah Jawa Timur, persiapkan diri dengan pilihan yang tepat. Jangan mudah percaya pada tampilan di telivisi yang cuma beberapa detik saja, pilihlah berdasarkan kualitas bukan tampilannya. Ada yang unik dengan Pilgub Jatim, konon Pligub yang berlangsung beberapa tahun lalu dengan proses panjang 2 kali putaran sempat menghabiskan dana hampir 1 Triliun. Lalu bagaimana untuk tahun ini??? Semua bisa saja terjadi, sejarahpun bisa terluang kembali. Terpenting dari semua itu, bagaimana kualitas pemimpin setelah ia terplih. Jangan sampai rakyat hanya sebagai kebutuhan sesaat saja, ya saat mau pemilihan baru ditanya dan didengarkan. Sungguh ironis jika yang terjadi demikian, maka perubahan kemajuan hanyalah angan belaka. Bagi orang-orang yang frustasi dengan keadaan bangsa ini, kebanyakan akan memilih Golput atau abstain. Fenomena...

Merdeka atau Dijajahkah kita???

Gambar
Merdeka… Merdeka… ialah kata yang terus menerus kita pekikkan saat bulan agustus ini. Tetapi pernahkah kalian bertanya “Sudahkah bangsa ini benar-benar merdeka?”. Pantaskah bangsa ini disebut merdeka jika kemiskinan masih melanda mayoritas rakyatnya, kasus korupsi terus merajalela, banyak pemimpin yang tidak amanah, hasil alam negeri ini terus diusung ke negara-negara di antah berantah sana. Saya memang tidak berbicara data namun saya pikir inilah fakta yang sesungguhnya dirasakan warga negara kita.                 Teringat ungkapan dari sang proklamator Soekarno, kemiskinan dan kebodohan ini adalah akibat dari system. Memang secara formal kita sudah terbebas dari pendudukan penjajah, namun secara structural bangsa ini masihlah dikuasai oleh pihak asing. Paling parahnya ini memang sudah tersistem demikian rapinya. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin pula. Itulah ungkapan yang tepat saat ini. ...

Belajarlah, engkaupun takkan rugi

                “Belajar” kata-kata yang sangat sering saya sebut akhir-akhir ini. Menyebutkannya saja sudah membuat saya terpacu untuk lebih giat lagi. Seringkali di sekitar saya orang-orang berucap “Ah, saya ini sudah tua buat apa belajar”, “Begini saja sudahlah cukup”, “Belajar itu sangatlah susah di usia saya, tak ada waktu”, atau blablabla yang lainnya. Selalu saya tersenyum menanggapinya. Dalam batin saya langsung bergejolak, bukankah dalam kehidupan manusia dituntut untuk belajar terus menerus tiada henti.                 Definisi belajar tiap orang boleh lah berbeda, namun saya pikir satu kesepakatan untuk ini. Bahwa belajar dalam kehidupan itu tiada henti, bahkan tiap hari tiap detiknya kita terus belajar untuk bersyukur, mengabdi, dan mencintai sang penguasa jagad raya ini. Untuk itu tak heran jika ada ungkapan “janganlah masuk ke lubang yang sama dua kali...