Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

Ulasan Buku Ajaib "Sepatu Terakhir"

Gambar
Ulasan Buku Ajaib "Sepatu Terakhir" Oleh Karis Rosida Pada pekan pertama tantangan Reading Challenge Odop 6 saya memilih buku yang saya anggap berbeda dengan kebanyakan buku di pasaran. Buku berjudul "Sepatu Terakhir" termasuk dalam kategori buku fiksi yaitu novel, akan tetapi penulisnya Toni Tegar Sahidi lebih suka menyebut karya pertamanya ini sebagai fiksi inspiratif. Karena memang kisah yang dituliskan di dalamnya begitu banyak inspirasi yang bisa diambil pembaca. Spesifikasi Judul: Sepatu Terakhir Penulis: Toni Tegar Sahidi Penerbit: Republika ISBN: 978-602-7595-21-7 Cetakan: Ke-1 Tahun Terbit: 2012 Halaman:  Cover, Kata Pengantar, Daftar Isi (16 halaman) Isi (306 halaman) Biodata Penulis (3 halaman) Tema Buku yang tengah saya baca ini bertema tentang keluarga dan perjalanan hidup. Meskipun saya hingga detik ini masih belum berhasil menuntaskan membacanya, namun di separuh jalan saya begitu terkesima dengan kisah yan...

Ulasan Cerpen "Sebuah Perjalanan"

Gambar
Sumber: ngodop.com Ulasan Cerpen "Sebuah Perjalanan" Oleh Karis Rosida Memulai tugas pertama setelah resmi menjadi keluarga ODOP 7 tentang membuat ulasan salah satu cerita pendek di ngodop.com, memaksa saya secara pribadi menaikkan standar kualitas dalam berliterasi. Saya yang masih awam dengan tulisan bergenre fiksi mencoba, menguraikan pandangan subjektif mengenai cerita pendek berjudul "Sebuah Perjalanan" karya Wiwid Nurwidayati yang juga anggota komunitas ODOP ( One Day One Post ). Judul Ketika saya membaca cerpen ini dengan judul "Sebuah Perjalanan" jujur sebetulnya saya kurang begitu tertarik. Bagi saya judul seperti ini terlalu biasa, tidak menghentikan pengunjung website untuk berhenti dan menuntaskan membaca seketika. Padahal kisah yang disuguhkan cukup menarik, banyak pesan moral di dalamnya. Hal yang membuat saya memutuskan untuk membaca pertama kali ialah ilustrasi yang dimunculkan mewakili isi tulisan. Ada bus warna me...

Bunda Anne, Antara Impian dan Idealisme

Gambar
Biografi Anne Heryane Oleh Karis Rosida Berkenalan dengan bunda satu ini membuat diri terpukau dan banyak belajar dari kisah hidup beliau. Saya lebih enak memanggilnya dengan sebutan Bunda. Bernama lengkap Anne Heryane, dengan sapaan Anne atau Neuneu. Sekilas dari nama tentu orang bisa dengan tepat menebak kalau Bunda Anne memiliki darah sunda yang kental dan memang asli kelahiran tanah Paris Van Java yaitu Bandung, di tanggal 22 September 1983, persis seperti tanggal lahir saya dengan tahun berbeda. Sejak kecil dimulai dari TK hingga perguruan tinggi tempatnya menempa ilmu di sekolah formal memang tak lepas dari Kota Bandung. Seakan kota ini jadi magnet untuknya bernafas dan berjalan di kehidupan. Bunda dengan empat bersaudara merasa bahagia dengan keluarganya. Banyak saudara katanya lebih rame, bisa curhat sana-sini dan punya tempat berbagi suka nan duka. Memiliki perpaduan sisi plegmatis dan introver yang tidak begitu suka keramaian membuat diri Bunda Anne begitu u...

Pemburu Bayangan Nabi (Episode 5 End)

Gambar
Aku berjalan lunglai mengekori Bapak tua berpeci, kondisi tubuh masih lemah. Berjalan pelan agak menyeret kedua kaki. Ada semacam dorongan besar nan kuat usai Bapak tua mengajakku mendekat pada Robbi . Ternyata masih ada hati terbuka yang berkenan memberi ketulusan padaku manusia hina ini. Rasa cinta karena kami bersaudara seiman. Baru sekarang diriku merasakan betapa beruntungnya Allah menghadirkan seseorang spesial untukku. Pertemuan yang sesungguhnya diri meyakini bahwa perjalananku hingga ke sini ialah karena campur tangan Tuhan. Ketika Dia berkehendak, maka jadilah! Takdir telah berjalan menuntunku menuju rahmat-Nya. Hati berdebar tatkala memulai salat, semua dosa menampakkan bayangannya di kepala. Meminta diingat, membuat diri merasakan lara menyesakkan dada. " Allahhu akbar ." Air mata seketika jatuh, membasahi wajah yang telah lama menyombongkan diri. Keangkuhan telah bertahun-tahun merajai sukma, mengabaikan Sang Pencipta. Mengalir deras bersamaan...

Pemburu Bayangan Nabi (Episode 4)

Gambar
Gelap bayangan hitam pekat hanya ada dalam pandangan mata. Tubuhku membujur kaku, apa ini yang disebut orang kematian? Entahlah, tiba-tiba waktu seakan berhenti. Sayup-sayup kudengar bacaan merdu ayat suci. Kelopak mata lengket benar, hingga begitu berat membukanya. Mengumpulkan seluruh sisa tenaga sampai akhirnya, berhasil!  Pertama yang tertangkap netra adalah langit-langit ruangan berwarna putih. Segera kucari sumber suara menenangkan itu, kutoleh kanan-kiri dengan pelan. Ada lelaki tua berpeci hitam di sudut ruangan, tengah khusyuk memegang alquran. Sekali lagi mecoba menggerakkan badanku sendiri, sungguh berat dan aku belum mampu menguasai fisik ini. Kerongkongan terasa kering, aku butuh air. Mencoba bersuara, susah seperti seorang anak kecil yang baru belajar bicara. "Hhmmm... Pak!" panggilku lirih ke Bapak tua berpeci hitam. Bapak tua berpeci segera menoleh padaku, lalu menutup kalam Tuhan yang berada di tangannya. Ia mendekatiku. "Ada ap...