Ulasan Buku Ajaib "Sepatu Terakhir"


Ulasan Buku Ajaib "Sepatu Terakhir"
Oleh Karis Rosida

Pada pekan pertama tantangan Reading Challenge Odop 6 saya memilih buku yang saya anggap berbeda dengan kebanyakan buku di pasaran. Buku berjudul "Sepatu Terakhir" termasuk dalam kategori buku fiksi yaitu novel, akan tetapi penulisnya Toni Tegar Sahidi lebih suka menyebut karya pertamanya ini sebagai fiksi inspiratif. Karena memang kisah yang dituliskan di dalamnya begitu banyak inspirasi yang bisa diambil pembaca.

Spesifikasi

Judul: Sepatu Terakhir
Penulis: Toni Tegar Sahidi
Penerbit: Republika
ISBN: 978-602-7595-21-7
Cetakan: Ke-1
Tahun Terbit: 2012
Halaman: 
Cover, Kata Pengantar, Daftar Isi (16 halaman)
Isi (306 halaman)
Biodata Penulis (3 halaman)

Tema

Buku yang tengah saya baca ini bertema tentang keluarga dan perjalanan hidup. Meskipun saya hingga detik ini masih belum berhasil menuntaskan membacanya, namun di separuh jalan saya begitu terkesima dengan kisah yang dipaparkan penulis.

Jalan Cerita

Tokoh utama bernama Alin, seorang lelaki berprofesi sebagai programmer freelance yang kembali pulang ke tempat ia lahir, di kampung Blitar, Provinsi Jawa Timur. Alin berasal dari keluarga di mana kedua orang tuanya telah berpisah. Ia tinggal bersama ayahnya, seorang pengrajin sepatu.

Perjalanan hidup ayah Alin begitu mendominasi jalannya cerita. Ayah dianggap sebagai pahlawan di desa, sebab ayah yang pertama kali mengawali usaha produksi sepatu. Sebutan pengrajin terbaik disematkan oleh orang-orang dan lambat laun desanya hampir mayoritas bekerja memproduksi sepatu.

Memasuki hampir setengah buku, ayah tiba-tiba memutuskan untuk pensiun dari membuat sepatu. Padahal diketahui bahwa sepatu telah mengiringi perjalanan hidupnya selama ini. Sepatu yang juga menguatkan ayah dari segala cobaan hidup, terlebih sesudah perceraian dengan ibunya Alin. 

Sepatu terakhir ayah ialah karya masterpiece dari pengrajin sepatu terbaik. Diadakanlah sayembara siapa pemilik sepatu buatan terakhir ayah. Ribuan orang mendaftar dan pilihan ayah jayuh pada Pak Ahmad penjual balon keliling. Pilihan aneh bagi Alin dan para pegawai yang membantu memproduksi sepatu. 

Ternyata di balik pemberian sepatu terakhir ayah kepada Pak Ahmad ada alasan filosofisnya. Dari sini masa lalu Pak Ahmad terkuak, yang dulu dari keluarga kaya, tapi jarang sedekah, hidup selalu mewah dan akhirnya Tuhan membuat hidupnya menjadi serba kekurangan, penuh konflik dengan keluarga terdekatnya bahkan pernah masuk bui.

Proses ikhlas dengan pekerjaan sederhana penjual balon, cerita Pak Ahmad ditulis begitu menarik. Titik balik dalam hidup sejak sepatu terakhir dari ayah dimiliki oleh Pak Ahmad. 

Kelebihan Buku

Buku "Sepatu Terakhir" menurut saya adalah karya ajaib. Proses singkat yang cuma sepuluh hari saat menuliskannya, sungguh membuat saya tak habis pikir, "Kok bisa? Kegilaan macam apa ini yang ada di otak penulisnya?"

Deretan pertanyaan tersebut tidak pernah berhenti ketika membuka bagian kata pengantar. Nyatanya proses kilatnya mendapatkan hasil maksimal, lolos terpilih dalam perlombaan novel dan tentu saya diterbitkan oleh penerbit mayor Republika tahun 2012 hingga akhirnya berada di genggaman tangan saya. 

Penulis benar-benar piawai menggunakan kata-kata sederhana penuh makna yang dalam. Minim penggunaan diksi indah layaknya sastrawan, tapi segala isi ceritanya tertangkap dengan baik oleh saya sebagai pembaca.

Penggunaan kata "Aku" menunjuk pada Alin sebagai tokoh utama terasa begitu tepat, seakan membuat saya berkaca ke dalam diri. Sebagai seorang anak di hadapkan pada kondisi orang tua yang pemikirannya nyleneh serta usaha sepatu ayahnya, nampaknya saya merasa senasib dengan Alin. Banyak pesan yang bisa saya ambil, pelajaran berbakti ke orang tua, prinsip mulia ketika berbisnis, juga pembelajaran hidup dari kisah para tokoh yang ada dalam cerita semua memiliki inspirasi sendiri.

Walaupun kategori buku lama dan penulisnya tidak setenar penulis lain, bagi saya masih sesuai sebagai tempat belajar dalam menulis. Yakin tak mau membacanya?


#Tantangan2RCO6
#ODOP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan Tahun Terakhir

Perbedaan Versi Sharon Creech

Wisata Aneh di Dunia