Pemburu Bayangan Nabi (Episode 5 End)


Aku berjalan lunglai mengekori Bapak tua berpeci, kondisi tubuh masih lemah. Berjalan pelan agak menyeret kedua kaki. Ada semacam dorongan besar nan kuat usai Bapak tua mengajakku mendekat pada Robbi. Ternyata masih ada hati terbuka yang berkenan memberi ketulusan padaku manusia hina ini. Rasa cinta karena kami bersaudara seiman.

Baru sekarang diriku merasakan betapa beruntungnya Allah menghadirkan seseorang spesial untukku. Pertemuan yang sesungguhnya diri meyakini bahwa perjalananku hingga ke sini ialah karena campur tangan Tuhan. Ketika Dia berkehendak, maka jadilah! Takdir telah berjalan menuntunku menuju rahmat-Nya.

Hati berdebar tatkala memulai salat, semua dosa menampakkan bayangannya di kepala. Meminta diingat, membuat diri merasakan lara menyesakkan dada.

"Allahhu akbar."

Air mata seketika jatuh, membasahi wajah yang telah lama menyombongkan diri. Keangkuhan telah bertahun-tahun merajai sukma, mengabaikan Sang Pencipta. Mengalir deras bersamaan dengan penyesalan. Sujud merendah pada-Nya pemilik jagat raya. Sudah sepatutnya ini kulakukan sebagai hamba ke Tuhannya. Aku benar-benar manusia lalai, sengaja melupa dibutakan oleh dunia yang sekedar ilusi.

Namun ada bimbang yang butuh jawaban, kuberanikan bertanya pada Bapak tua berpeci.

"Pak, bagaimana cara saya taubat yang sebenarnya?" 

Karena aku sama sekali tidak tahu cara menebus segala salah yang kulakukan di masa lalu. Besarnya dosa mambuatku ragu. Apakah aku nanti di akhirat diakui sebagai umat Nabi? Menengok ke belakang waktu kelam sungguh menguburkan harapan tentang diterimanya taubatku oleh Tuhan.

"Ikutilah Nabi. Meski kita manusia biasa tak sanggup menyamai, paling tidak Allah akan melihat kesungguhan usahamu. Bukan begitu, Nak Muhammad?"

Deg... Panggilan indah itu sudah lama tak terdengar di telinga. Ya, Muhammad adalah nama depanku, di luar ekspektasi Bapak tua berpeci akan memanggil namaku itu. Aku malu!

"Ini sudah jalan terbaik yang Tuhan beri untukmu, sekarang berusahalah menjadi umat terbaik untuk Nabi dan Allahhu robbi."

Seketika rasa rindu menelusuk ke dalam kalbu. Aku ingin menjadi manusia yang dipanggil Nabi sebagai umat terbaik, walaupun sekarang jarak itu amat jauh bagai kerak dalam tanah dan langit ke tujuh.


🔚🔚

#ODOPBatch7
#TantanganPekan8
#Tantangan1Episode5

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan Tahun Terakhir

Perbedaan Versi Sharon Creech

Wisata Aneh di Dunia