Rusia, Antara Surga Ilmu dan Rumah Kedua


Oleh Karis Rosida

Siapa yang tidak mengenal Rusia? Negeri asal karakter animasi lucu Masha and The Bear, yang terletak membentang di antara benua Asia dan Eropa. Bagi yang belum mengenal pasti menganggap negara ini kaku dengan ajaran idealisme yang ketat. Ketika tahun 2018 lalu negara yang sekarang dipimpin Vladmir Putin menunjukkan taringnya menjadi tuan rumah Piala Dunia dengan spektakuler. Seakan membuka mata dunia, Rusia telah menyulap wajahnya menjadi ramah dan tempat kedamaian dijunjung tinggi. Begitulah kondisi Rusia kini yang sangat layak diperhitungkan untuk dihuni, terlebih bagi para pencari ilmu.

Jika banyak orang memilih Eropa atau Amerika sebagai tujuan melanjutkan studinya, namun tidak dengan saya. Pilihan hati ini sudah jatuh pada Rusia, ratusan kampus tersebar di berbagai belahan wilayahnya, lengkap beserta konsentrasi pilihan jurusan yang beragam. Sungguh, makin membulat tekad untuk segera hijrah ke sana.

Bahkan puluhan kampus di Rusia juga secara permanen masuk dalam deretan peringkat teratas level dunia. Benar-benar pilihan yang tepat. Keuntungannya dibandingkan negara lain sangat banyak. Diantaranya para pemburu ilmu bisa sambil belajar bahasa Rusia yang unik, kondisi belajar yang sudah terbukti nyaman, serta didukung biaya hidup yang lebih rendah dibandingkan di benua Eropa dan Amerika. Menarik bukan!

Ada satu hal yang menjadikan diri ini tertantang tinggal di negeri beruang merah, yaitu sifat kemandirian penduduknya. Tentu menjadi petualangan baru bagi saya jika hidup di sana. Daya juang dan mental akan diasah sekuat besi yang ditempa panas berkali-kali. Nampaknya akan menjadi energi yang positif untuk membangun karakter seseorang yang memiliki impian besar bisa menggenggam dunia. Bahkan seorang penulis terkenal Andrea Hirata pernah mengatakan:  “Jika kamu berhasil bertahan hidup di Rusia, maka kamu akan mampu bertahan hidup di negara manapun.”

Poin terakhir yang sungguh membuat saya jatuh hati ialah perkembangan umat muslim di sana. Begitu banyak masjid kokoh berdiri yang hingga kini tercatat mencapai lebih dari 7.000. Angka yang luar biasa bagi negara di mana islam adalah agama terbesar kedua. Sebagai seorang muslim, tak perlu khawatir mencari tempat ibadah, akan didapati di mana-mana layaknya Indonesia. 

Adanya jaminan kebebasan menjalankan ajaran agama islam tentu menjadi pendorong utama saya mengambil keputusan untuk hijrah ke sana. Terlebih banyak pilihan beasiswa dengan fasilitas yang menggiurkan. Rusia, negara nan jauh ribuan kilometer jaraknya dari Indonesia. Namun terasa dekat, rumah kedua yang saya nantikan. 

"Mau tinggal di Rusia, siapa takut!"



Referensi

http://www.berkuliah.com/2014/06/kehidupan-di-negeri-beruang-merah-rusia.html?m=1

https://id.rbth.com/discover-russia/81722-pertanyaan-konyol-tentang-rusia-wyx

https://indonesia.mid.ru/web/ind/-/pengumuman-perlombaan-esse-tentang-rusia-yang-didedikasikan-pada-70-tahun-hubungan-diplomatik-rusia-indonesia

https://www.google.com/amp/s/www.idntimes.com/life/education/amp/elsa-diah-agustina/10-universitas-kelas-dunia-yang-dimiliki-rusia-c1c2
Russian Update: Newsletter Kedubes Rusia di Indonesia. April 2019. Islam, Bagian Tak Terpisahkan dari Kehidupan Spiritual di Rusia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan Tahun Terakhir

Perbedaan Versi Sharon Creech

Wisata Aneh di Dunia