Merdeka Telah Kusut
Oleh Karis Rosida
Kini, tak ada lagi gerilya
Bambu runcing sudah lenyap
Meriam dan tembakan telah kedaluwarsa
Tersisa pejuang veteran dengan sejumput asa
Lupa atau sengaja otakmu lari dari sebuah masa
Menyedihkan!
Perjuangan amat berat
Bagai menggenggam bara api
Kau melawan orang-mu sendiri
Tiada teman, semua berbulu setan
Menjatuhkan, demi kata kenyang dan gengsi
Kau luka terjajah tetangga kanan-kiri
Memilukan!
Andai orang mati dapat bangkit kembali
Taman Makam Pahlawan tentu akan kebanjiran
Tangisan, raungan nestapa penyesalan
Kenapa kuasa ada di tangan mereka berwajah hitam?
Rakyat menangis teriris kebijakan
Tumpul ke atas, tajam menyayat ke bawah
Mencari kiblat, susah!
Merdeka telah kusut
Berwujud utopia, sebatas terbang di angkasa
Ada tapi tak nyata!
Blitar, 14 Agustus 2019
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
Puisi "Merdeka Telah Kusut" yang saya tulis 14 Agustus 2019 kemarin kembali saya munculkan. Nampaknya mewakili perasaan saya yang tak ikut berjuang di jalan. Saya sudah muak melihat dagelan para elit politik memberi tontonan yang tidak punya keberpihakan pada rakyat.
Inilah titik kulminasi rangkaian peristiwa memilukan akhir-akhir ini. Tuntutan mahasiswa mewakili rakyat sungguh sederhana, akibat reaksi kerja mlempem yang entah serius untuk negara atau demi kepentingan segelintir golongan. Saya hanya bisa bersuara melalui tulisan. Semoga perubahan di negeri ini bukan sekedar khayalan.

Komentar
Posting Komentar