Bertemu Kekalahan Lagi
Bertemu Kekalahan Lagi
Oleh Karis Rosida
Berulang, aku kembali bertemu dengan kekalahan. Dia benar-benar tidak pernah bosan berjumpa dengan diriku. Saat aku sudah mulai menampakkan semangat juang, dia seperti tak ikhlas melepaskan pergiku. Buktinya dia datang lagi, padahal aku sudah mengusir dan membuangnya sangat jauh sampai tidak terlihat pandangan mata.
Nyatanya gagal memang datang bertamu setelah kekalahan pertamaku. Lukanya saja masih terasa dan dia dengan seenaknya berwajah ceria, mengusik ketenanganku dengan senyum seringainya. Samar kudengar tawa meledeknya. Kuping ini begitu panas memerah akibat marah dan kesal yang tak berkesudahan.
"Apa maunya Tuhan ini?" kuberanikan bertanya pada Tuhan yang telah memberi jalan berliku padaku. Aku tak percaya semua kekalahan datang silih berganti menguji titik batasku. Benteng pertahanan masihkah engkau berdinding kokoh? Aku tidak tahu sampai kapan kekuatanku sanggup menerima semua ujian dari-Nya.
Aku hanya berpegang pada satu keyakinan bahwa Tuhan memberi ujian tak ubahnya sebagai wujud tantangan kehidupan. Di baliknya tersimpan pesan-pesan cinta dari-Nya menuntunku pada jalan yang menghebatkan. Walau rasanya benar-benar perih menyerupai pedihnya kegagalan cinta pertama. Sangat menyesakkan.
Aku tak peduli pendapat orang sewaktu melihatku. Meski diam-diam mereka menjulukiku "Orang gagal, tak sukses" atau apalah sebutan lainnya. Biarkan saja! Sebab mereka tidak memahami bagaimana diriku berproses. Berjibaku sendirian menghalau tembakan yang membuatku terluka tetapi tidak sampai mematikan. Di ujung perjuangan ini, aku masih berkeyakinan Tuhan sudah mempersiapkan kado terindah untukku, sampai aku nanti terlupa bagaimana rasa pahitnya kegagalan.

Semangat menulis..
BalasHapusAshiappp kak π
HapusTerima kasih sudah berkunjung
Kekalahan akan membuat kita makin tambah kuat dan harus terus semangat.
BalasHapusBetul kak siapp, selalu semangattt π₯π₯ πΊπΊ
HapusTerima kasih sudah berkunjung π