Kekalahan Pertama


Kekalahan Pertama
Oleh Karis Rosida


Dalam suatu pertandingan tentu ada pihak yang menang dan juga kalah. Begitu dengan kehidupan. Saat kita sudah berjuang sekuat tenaga hingga berdarah, namun hasilnya ternyata kalah, sudah pasti pukulannya begitu kuat. Terlebih jika kekalahan itu adalah yang pertama kali, rasanya amat menyesakkan dada. Dan naasnya terkadang diantara kita tidak bisa memprediksi dan mempersiapkannya. Maunya berhasil saja.

Masih jelas ada dalam ingatanku saat kekalahan pertama datang. Aku yang selalu berpikir positif benar-benar dibungkam tak berdaya. Dunia seakan mandek, detikan jarum jam seperti berhenti, dan bayangan gelam nan pekat mulai menghinggapi di setiap gerak langkahku. Semesta berasa sempit mengapit semangat yang sebelumnya berapi-api. Hingga aku pernah kehilangan nyali untuk bermimpi. Semua terasa kabur di pandanganku.

Terperanjat menjadi kata tepat menggambarkan apa yang dirasakan saat itu. Sampai-sampai diriku tidak mengetahui ke mana lagi langkah ini harus bergerak. Semua jalan terlihat penuh tebaran duri-duri tajam yang siap menusuk telapak kaki. Yang tersisisa hanyalah ketakutan dan ketakutan lagi.

Aku bertanya berulang kali pada diri: "Sampai kapan aku terjebak dalam kotak sempit kekalahan ini?"

Namun tak kutemukan jawaban. Berharap detik itu ada yang bersedia mengulurkan tangannya dan mengusap pundakku dengan halus. Tapi tiada siapapun yang datang, sebab suaraku selalu tertahan di kerongkongan, tak mau dikeluarkan. Dan akhirnya aku memilih diam dalam sunyi yang memendam segalanya sendirian.

Tak ada yang menyadari kala aku menangis dalam hati. Wajahku selalu bertopeng bahagia yang semu, berharap penduduk bumi tidak menyadari betapa pedihnya yang kujalani. Hingga semuanya berlalu, setitik keberanian kembali pulang padaku. Perlahan api semangat mulai menyala membawa sejuta cita. Sinarnya sangat terang, menghangatkan sudut terdinginku. Masa gelap berangsur hilang, namun bekasnya masih tertinggal menjadi pembelajaran bagi hidupku ke depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan Tahun Terakhir

Perbedaan Versi Sharon Creech

Wisata Aneh di Dunia