Dua Pilihan Hidup
Dua Pilihan Hidup
Oleh Karis Rosida
Berjuang memang melelahkan dan kata siapa itu bisa mudah dilakukan? Mustahil kalau kata juang kau anggap layaknya sulap yang sekejap bisa langsung menjadi nyata. Pakai mantra "abrakadabra" semua bisa datang seketika. Atau panggil dulu jin yang memiliki sejuta kekuatan dengan cara menggosok-gosok lampu ajaib seperti dalam film Aladdin. Semua hanyalah bualan, imajinasi para pesulap dan pengarang cerita dalam drama layar lebar.
Lelah pasti, ragu tentu sering dilalui, bahkan berbelok arah mungkin sudah dilakulan berkali-kali. Begitu banyak keraguan dan gamang datang menyergap memenuhi isi kepala. Munculnya seringkali tak diundang tapi butuh waktu tidak sebentar untuk mengusirnya pergi. Seperti setan yang setia mengejar, menakuti manusia dari arah yang tak disangka-sangka. Membuat lutut gemetar, badan lemas kehilangan tenaga. Kita hanya diberi pilihan yaitu menjadi pecundang yang ketakutan atau mengusirnya dengan keberanian.
Jika pilihan pertama yang diambil, selamanya duniamu akan menjadi gelap. Diri akan terasa bagai di sudut penjara yang terbelenggu dengan lapisan benteng-benteng kokoh hingga kita susah keluar. Membayangkan penjara saja sudah membuat pikiran beterbangan lari kencang menjauhinya. Apalagi kalau harus mendekam di sana.
Andai pilihan jatuh pada yang kedua, semua upaya dan tenaga harus dipersiapkan. Tantangan akan selalu berdatangan meminta antrian untuk menghampiri. Dan tentu tugas kita ialah menaklukkannya satu per satu. Diri dipaksa keluar dari kotak ternyaman, menembus batas-batas kebiasaan yang sudah ditetapkan. Kabar baiknya melalui proses itu kita akan jauh lebih hebat dibandingkan sebelumnya.
Menjadi biasa atau hebat, memilih seperti orang kebanyakan atau menjadi seseorang yang berbeda memang sebuah pilihan. Keputusan ada di genggaman tangan. Jangan sampai mengatakan: "Aku ingin jadi hebat, tapi..." Sudah cukup! Beranilah membungkam kata tapi, dan kusarankan segera ambil keputusan lalu bertindak, sebelum usia bertambah tua serta ragamu masih bertenaga.
"Jadi apa pilihanmu kawan?"
Blitar, 12 September 2019

Komentar
Posting Komentar