Halo Neil! (Part 3 End)
"Halo Neil, calon astronot masa depan," sapaan khas dari Mommy sudah tak ada lagi. Aku merindukan wanita yang telah melahirkanku itu. Hidupku bak memasuki gua besar, hitam gelap nan pekat. Berhari-hari kuhabiskan merenung di kamar. Gamang menjalani kedidupan baru nanti di Boston. Kebiasaan baruku melamun membuat Daddy angkat bicara. "Halo Neil, gimana sudah puas tinggal di gua?" tanya Daddy mengawali pembicaraan denganku. "Aku belum siap keluar Daddy," jawabku dengan lemah lesu. "Hei, ke mana Neil yang bersemangat kemarin? Apa kamu sudah berhenti mengejar impian besarmu yang juga impian Mommy?" hujam Daddy dengan pertanyaan-pertanyaan tajamnya. "Entahlah Daddy, aku sekarang ragu dengan hidupku," jawabku lirih dengan kepala menunduk. Dan Daddy perlahan mendekat, duduk di sampingku sampai terdengar helaan panjang nafasnya. "Neil, kau tahu. Daddy juga terpukul dengan kepergian Mommy, tak ada yang lebih men...