Ulasan Buku "Serupa Bintang Sirius Untukku"
Ulasan Buku "Serupa Bintang Sirius Untukku"
Oleh Karis Rosida
Memasuki minggu kedua tantangan Reading Challenge ODOP 6 yang mensyratkan memilih buku bacaan dengan tema non romance, seketika pilihan jatuh ke buku kumpulan cerpen yang belum tuntas saya baca. Buku antologi cerpen berjudul "Serupa Bintang Sirius Untukku" yang ditulis oleh beberapa puluhan penulis dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk saya sendiri.
Spesifikasi
Judul: Serupa Bintang Sirius Untukku
Penulis: Ashya Syifa, dkk
Penerbit: Raditeens
ISBN: 978-623-7456-08-7
Tahun terbit: 2019
Halaman
Cover, Kata Pengantar, Daftar Isi (7 halaman)
Isi (247 halaman)
Biodata Penulis (18 halaman)
Tema
Buku antologi cerpen yang sedang saya baca ini bertema tentang Ibu, yang diibaratkan sebagai bintang sirius.
Ulasan Tokoh Utama
Buku fiksi ini merupakan kumpulan dari tiga puluh cerita pendek dan ditulis oleh penulis yang berbeda-beda. Saya akan coba merangkam secara umum terlebih dahulu tentang tokoh utama yang disajikan di dalam banyak kisah mengharukan tentang ibu.
Hampir mayoritas penulisnya lebih memilih menggunakan kata 'aku' di masing-masing cerita yang dituliskannya. Bisa jadi untuk mempermudah pembaca memahami kisah pendek yang berbeda dengan novel. Termasuk saya sendiri juga sama alasannya.
Selain itu, di semua kisah yang diambil ialah memposisikan tokoh utama sebagai seorang anak terkait hubungannya dengan ibunya. Kisahnya sungguh beragam, menyentuh hati, dan pada paragraf berikutnya saya akan lebih khusu mengulas satu cerpen yang dipilih panitia program nulis bareng buku antologi ini sebagai cerpen terbaik pertama.
Cerpen dengan judul "Paradigma Seorang Ibu" ditulis oleh Asya Syifa, menceritakan tokoh utamanya seorang anak sekolah bernama Hana. Tinggal di rumah hanya berdua bersama ibunya, sedangkan bapak sudah meninggal lima tahun lalu.
Latar belakang keluarga sederhana bahkan orang sering menyebutnya kere. Memaksa ibunya berjuang keras untuk kehidupan. Ibu bekerja serabutan, terkadang menjadi buruh cuci di rumah tetangga, pengepul sampah atau rongsokan, guru ngaji anak-anak di surau, juga membuka usaha kue kecil-kecilan yang dibantu Hana.
Sedangkan tokoh utama dideskripsikan berkarakter energik seperti anak sekolah seusianya, punya cita-cita menjadi seorang pengacara yang membela keadilan, anti dengan suap, dan ingin membela orang-orang miskin yang sedang menghadapi kasus di jalur hukum. Hana juga berprestasi, dia suka menulis.
Hana begitu menyayangi ibunya. Terlebih ketika konflik dimunculkan yaitu saat Ibu terkena kasus pencurian, yang sebenarnya ia tidak melakukannya. Ibu dituduh oleh pemilik barang sebagai pencuri, padahal kejadian sesungguhnya sewaktu memulung di depan rumah warga ia mengambil kresek warna hitam yang terletak di depan pagar sebuah rumah dan baru berjalan lima meter, si pemilik rumah meneriakinya maling, sampai diantarkan warga dan RT ke kepolisian.
Nasib buruknya keluarga tak punya, tersandung kasus hukum jelas Hana dan Ibu tak bisa menyewa pengacara yang bayarannya mahal sampai berjuta-juta. Hana baru saja menang oerlombaan menulis dan memegang uang beberapa juta, tetapi sang ibu tidak mau menggunakan uang Hana untuk membantu proses hukum yang sedang dijalani.
Begitu banyak pesan yang coba disampaikan penulis dari kisah Hana dan ibunya. Kasih sayang tulus seorang ibu ke anak dan juga balasan kasih dari anak kepada ibunya. Keduanya saling menguatkan, meski dengan kondisi serba kekurangan. Dituliskan bahwa Hana sendiri semua perlakuannya tak akan bisa membalas kebaikan si Ibu. Ia adalah malaikat tak bersayap berhati mulia, yang tidak pernah berkeluh kesah.
Membaca semua kisah dalam buku antologi tentang ibu tentu membuat saya sebagai pembaca semakin merenungi terhadap diri sendiri. Sudahkah saya berbuat baik pada ibu? Sungguh begitu banyak tingkah dan perkataan saya seumur hidup yang pasti telah melukai hati tulusnya. Maafkan anakmu ibu dan saya selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk membuatmu tersenyum padaku. Bait-bait doa selalu melangit untukmu.

sampulnya udah novel banget ya mbk
BalasHapusIya kak, keren banget sampulnya 😁
Hapus