Ulasan Cerita Remaja
Ulasan Cerpen "Ratu Siriusku"
Karya Illa Fadhillah
Oleh Karis Rosida
Mengerjakan tugas dari kelas fiksi kali ini yaitu mengulas cerpen cerita anak atau remaja, membuat saya teringat dengan buku antologi yang seminggu lalu tuntas saya baca. Saya oerhatikan berulang-ulang, dan akhirnya bertemu satu cerpen yang masuk kategori cerita remaja (cerma). Cerpen berjudul Ratu Siriusku yang ditulis oleh Illa Fadhilah menarik hati untuk mengulasnya.
Judul
Ratu Siriusku dipilih penulis sebagai pembuka mewakili kisah yang dipaparkannya. Judul tersebut sesuai nama buku antologi yang terpampang di sampul depan, Serupa Bintang Sirius Untukku. Menarik membuat saya sebagai pembaca bertanya-tanya, siapa yang disebut ratu sirius? Kisahnya bagaimana ya?
Beberapa pertanyaan itu terlintas begitu saja ketika membaca judulnya. Dari sini penulis sudah berhasil memunculkan rasa penasaran dalam benak pembaca seperti saya.
Tema
Mengambil tema tentang kasih sayang seorang anak ke ibunya dan sebaliknya cinta ibu kepada anak-anaknya. Tema yang selalu bikin haru ketika mengingat sosok ibu, wanita yang telah berjuang sekuat tenaga melahirkan dan mendidik anak-anak.
Dengan genre science fiction, pembahasan ringan ala remaja, cerpen ini sanggup membius saya ke dalam dunia imajinasi. Hingga saya membacanya langsung tuntas tanpa jeda.
Tokoh
Terdapat beberapa lakon yang dikisahkan dalam cerita ini, diantaranya:
- Tokoh utama ialah Putri Zia, putri dari klan sirius.
- Vaar sebagai perdana menteri klan sirius.
- Zeo, adik dari tokoh utama yang dideskripsikan sebagai sosok genius, suka eksperimen, baru duduk di bangku SMP
- Si Mata Merah, tokoh jahat yang menculik Ibu Putri Zia dan Zeo
- Ibu, ialah ratu dari klan sirius dan punya kekuatan bisa mengeluarkan bola api dari telapak tangan.
- Ayah, tokoh pelengkap yang punya kekuatan sama dengan Ibu yaitu memiliki kekuatan bola api.
- Corvus, tokoh jahat berikutnya yang bekerja sama dengan Si Mata Merah, juba dituliskan sebagai tahanan yang kabur dari penjara api Ibu.
Cukup banyak tokoh yang dimunculkan dalam cerita pendek 10 halaman ini. Tetapi tidak membuat saya sebagai pembaca bingung.
Point of view
Menggunakan sudut pandang tokoh utama dengan memakai kata aku.
Setting
Semua setting tempat di cerita ini hanyalah fiktif. Dimulai dari klan sirius, penjara elektrik si Mata Merah, ruang kerja perdana menteri Vaar, kubah besar.
Penulis begitu mahir menarasikan tempat yang murni imajinasinya sendiri. Setiap detail kecil diperhatikan dengan teliti. Misalnya alat transportasi yang disebut otopet tanpa roda, gesit melaju dengan arah zig-zag, mengambang di ketinggian sekitar tiga meter. Saya pun begitu mudah membayangkannya dalam kepala. Terlihat Illa Fadillah memang benar-benar menyukai menulis dengan genre science fiction.
Alur
Caritanya berjalan maju. Berawal dari pencarian Putri Zia terhadap Ibu yang ternyata ditahan oleh si Mata Merah. Di perjalan, Putri Zia mendapat bantuan dari perdana menteri Vaar. Dari video yang diperlihatkan Vaar bahwa penyebab awal Ibu diculik akibat dari eksperimen Zeo.
Labu yang berisi cairan kimia menetes jatuh tepat di depan penjara api, tempat Corvus dikurung. Lalu Corvus berhasil kabur bekerja sama dengan si Mata Merah. Putri Zia sempat membenci adiknya Zeo, tetapi berangsur menghilang sebab Zeo mau ikut berusaha membantu menyelamatkan Ibu.
Perjuangan mengeluarkan Ibu dari penjara elektrik si Mata Merah membuahkan hasil. Kerja sama bagus antara Putri Zia, Vaar, Zeo, dan sang Ayah yang dimunculkan bagian hampir di bagian terkahir.
EBI
Secara tata bahasa sudah bagus dan kata yang dipakai mudah dipahami. Saya bukan pecandu genre science fiction, tapi saya begitu menikmati tulisan apik ini.
Blitar, 13 Desember 2019
#TugasKelasFiksi
#ODOPBatch7

Komentar
Posting Komentar