Apa Kabar Anak Pantai?
Tulisan malam ini menjadi bukti bahwa saya masih butuh mengistirahatkan diri di suatu tempat yang belum pernah dikunjungi. Tepat tujuh hari lalu saya bersama lima belas teman dari Pare, Kabupaten Kediri menuju Kabupaten Pacitan. Tujuan utamanya mau kondangan pernikahan teman kerja dulu. Tujuan kedua ialah liburan, meski bagi saya cuma punya waktu satu hari atau 24 jam bersama mereka. Tak apa, namanya masih tetap liburan bukan?
Perjalanan menuju Pacitan yang berkelok dan naik-turun gunung begitu panjang berjam-jam lamanya, membuat saya tak bisa menuruti kantuk untuk memejamkan mata. Kebiasaan lama saya nampaknya kambuh lagi yaitu tak bisa tidur di sembarang tempat, apalagi saat perjalanan. Beruntung saya terbiasa menulis di mana-mana, paling tidak bisa mengobati kejenuhan yang melanda.
Saya anggap satu hari itu ialah dunia fantasi yang bisa dinikmati hanya sekejap. Lalu saya harus terbangun kembali menghadapi dunia nyata. Begitulah realita berjalan, mau tidak mau ia akan terus datang menghampiri. Diri ini dipaksa menerima, entah rasanya enak, pahit, manis semua harus berjalan sesuai pada jalur masing-masing.
Mendadak cuma sekitar dua jam beralih jadi anak pantai di kawasan wisata pantai Kasep, Pacitan. Orang menyebut Raja Ampatnya Jawa Timur. Saya yang belum tidur selama lebih dari dua puluh empat jam sungguh bersemangat saat mendaki bukitnya. Kedua mata membiru menatap luasnya hamparan lautan yang disajikan Tuhan begitu sempurna.
Kini saya masih merindukan pantai dan laut. Bahkan terkadang samar terdengar deburan ombaknya memecah kesunyian sore itu. Menikmati senja menjadikan saya seakan muda kembali. Liburan singkat belumlah tuntas, kerinduan berbulan-bulan tak berjumpa dengan teman-teman masih menyisakan hasrat terpendam. Kapan kita liburan lagi?


Komentar
Posting Komentar