Bukan Makhluk Romantis
Sejak dulu entah kenapa saya seperti alergi dengan hal-hal yang berbau romantis. Meskipun saya seorang perempuan nampaknya ada pengecualian di diri saya yang harusnya dipunyai oleh rata-rata perempuan. Nalar logika yang ada dalam kepala terlalu mendominasi mengalahkan sisi perasaan. Saya sendiri tak pernah ambil pusing, kenapa saya berbeda?
Kalau melihat kata romantis dalam KBBI artinya: bersifat seperti dalam cerita roman (percintaan), bersifat mesra, mengasyikkan, berarti lengkap sudah bahwa saya memang tidak sama. Bahkan dulu hal yang membuat saya tertarik ialah buku-buku nonfiksi. Akhir-akhir ini saja saya baru berpindah haluan menjadi penyuka buku fiksi. Novel-novel yang saya baca pun tak ada satu saja yang bertema romantis. Aneh bukan?
Satu keganjilan dalam diri saya rupanya juga begitu berpengaruh saat menulis. Pernah sekitar dua atau tiga bulan lalu saat ada kompetisi menulis dengan tema romantis. Saya tertantang ke luar dari cangkang yang biasa saya gunakan. Mencoba dan memberanikan diri, namun hasilnya dilihat dari unsur tulisan memang saya bisa melakukannya. Tetapi sewaktu meresapi pelan-pelan, ada diri saya yang hilang dalam tulisan. Terasa hambar tak bernyawa dan itu juga dirasakan oleh dua orang teman yang saya minta membaca dulu naskahnya sebelum dikirim.
Akhirnya saya menyerah tak lagi membuat tulisan bergenre romantis dengan cerita cinta yang haru dan manis. Bukan tidak bisa, tapi semua karena rasa idealisme dalam diri saya sendiri. Bisa jadi ada yang menganggap saya terlalu kaku menggunakan prinsip-prinsip kuno. Tidak masalah, semua orang berhak mengutarakan pendapatnya.
Sebab saya menulis bukan sebatas mengejar popularitas, ingin dikenal banyak orang atau jadi viral. Sama sekali bukan itu.
Ada nilai-nilai yang akan saya perjuangkan, pesan-pesan dalam kepala yang meminta dikeluarkan. Teramat jauh jika ada yang menganggap bahwa saya menulis untuk mengejar segala sesuatu yang bersifat materi. Silahkan bila ada yang berbeda pandangan dengan apa yang telah saya sampaikan. Saya yakin semua orang memiliki jati diri yang berbeda. Termasuk saya dan anda semua yang tengah membaca tulisan pendek ini.

Komentar
Posting Komentar