Berteman Sunyi




Ada hati yang lama sendiri
menatap gemintang
bertanya pada gelap pemilik malam
apa aku bisa?

Jiwanya tengah lemah
lunglai berjalan di lautan nanah
perih, sakit mendera sukma
hingga tak mampu ia bersuara

Laku kakinya pincang 
sang penopang telah hilang
berganti abu kenangan berterbangan
menyeruak masuk mendobrak ketahanan sabar

Telinga mengatup rapat
mengunci senyap di kedalaman kalbu
menghalau teriakan luar pasukan makian
yang bertabuh genderang perang

Ramai sungguh ramai orang-orang ini
dibalasnya dengan secawan senyuman
tanda ia berteman kedamaian
walau hanya sunyi yang berhasil menusuk diri


🧕 Karis Rosida

Komentar

  1. Selalu kagum dengan orang yang bisa menulis puisi dengan apik seperti ini.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan Tahun Terakhir

Perbedaan Versi Sharon Creech

Wisata Aneh di Dunia