OTW 30



Usia tiga puluh bagi sebagian orang menjadi sebuah titik pembatas, bahwa level kematangan emosi, tingkat kedewasaan seseorang sudah berubah. Masa yang tidak sama saat berada di umur dua puluhan. Sudah bukan waktunya untuk diisi dengan sesuatu yang tak berguna, karena hidup tidak akan pernah terulang.

Teringat ketika saya sendiri mengalaminya detik-detik mendebarkan itu. Hal pertama yang saya lakukan ialah berkata: "Oh, aku sudah mau tiga puluh tahun ya!" Baru tersadar dan ada sekelumit perasaan janggal di hati. Seketika banyak pertanyaan muncul di kepala yang mengacu pada kehidupan saya sendiri. Sudahkah benar hidup saya? Kenapa jiwa merasa ada sesuatu yang kurang? Apa saya sudah siap menjalani hidup ke depan?

Sungguh deretan pertanyaan berputar tiap hari memadati pikiran. Saya sempatkan bertanya ke teman-teman yang lebih dulu berada di fase awal tiga puluh tahun. Ternyata jawaban mereka juga sama, ada debaran dan kekhawatiran. Jika tak pintar mengelola diri, saya yakin banyak orang terjebak di titik kebimbangan ini.


Hidup Kita Tidak Sama

Pantang bagi diri ini untuk membandingkan, terlebih di usia 30. Saya nampaknya terganggu sewaktu melihat banyak di luar sana menilai pribadi orang lain dengan takaran yang sama. Apalagi jika tolok ukurnya hanya dari segi materi yang terlihat tangkapan mata. Bukankah semua orang punya pilihan hidup yang berbeda?

Ada yang bahagia dengan keluarga kecil dan anak-anak salih nan salihah. Atau bahagia meski belum menikah, ia bisa berbagi ke orang-orang yang kekurangan. Juga bahagia saat kebebasan ia dapatkan dengan jalan berwirausaha. Begitu tidak adil ketika melihat seseorang hanya dari satu sudut pandang.

Setiap insan punya impian masing-masing yang tentu sekuat tenaga ia kejar. Dari dulu saya menghargai proses yang berbeda itu. Dan jika mendengar bahwa usia 30 dijadikan patokan seseorang sukses atau tidak, bagi saya sama halnya dengan bercanda. Sebab ukuran sukses dan bahagia bersifat relatif tergantung orang yang menjalaninya. Tak pantas kita dari pihak luar menghakimi dan menyudutkan pilihan hidup seseorang yang berbeda.

Komentar

  1. Pernah dengar ungkapan gini..

    Single itu keliatan terjajah.. tapi sejatinya merdeka..

    Udah nikah keliatan merdeka..
    Tapi kalau gak pinter2 malah terjajah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iya pernah.. 😂😂
      Semua tergantung yg menjalani, setiap keputusan hidup selalu dibarengi resiko tantangan masing2

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan Tahun Terakhir

Perbedaan Versi Sharon Creech

Wisata Aneh di Dunia