Senja di Bulan Oktober



Satu senja di bulan oktober
temaram kemilau mentari perlahan menghangatkan hati
merasuk menjejaki kenangan yang tertinggal
lamat-lamat diri teringat

Satu masa yang telah lewat
ada duka beradu dengan bahagia
bercampur membaur memainkan rasa
jiwaku dipaksa menerawang

Mengumpulkan ingatan yang berserak di kepala
potongannya bagai mosaik yang menyatu
sedih menjelma jadi tawa
tangis kini berwujud bahagia

Kehilangan ternyata tak sesakit yang dibayangkan
kenapa dulu aku terpaku pada angan semu?
mungkin saja kemarin ialah waktu bertemu
denganmu pembawa masa mendebarkan itu

Kupahami apa arti menerima
melepaskan dan ikhlas dengan perpisahan
tak perlu memaksa meski hati menginginkannya
biarkan takdir yang menjalankan tugasnya
ya, aku bahagia!

Komentar

  1. Cerbungnya oke, puisinya kece..lengkap dah pokoknya mba Karis ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduhh masih belajar mbak 😁😁
      Ni tak buat pas sore tadi di bis

      Hapus
  2. Biarkan takdir menjalankan tugasnya. Kalo kata Rando Kim, Amor Fati! Cintai takdirmu. Keren mbaa ❤️

    BalasHapus
  3. Mb Karis bisa menangkap ide dari temaramnya senja

    BalasHapus
  4. Senja bisa menghadirkan ribuan kata bagi penikmatnya, keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, dimana2 senja selalu punya kisah sendiri bagi para penikmatnya 😁

      Hapus
  5. Diksi katanya enak bgt ka karissss mengalir kek air

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan Tahun Terakhir

Perbedaan Versi Sharon Creech

Wisata Aneh di Dunia