Resensi Buku "Mengikhlaskanmu, Aku Bisa"
Oleh Karis Rosida
Ketika minggu ini mendapat tantangan dari ODOP Batch 7 membuat otak saya berpikir, buku mana yang akan saya pilih? Saya yang sejak dulu terbiasa dengan buku-buku nonfiksi rasanya ingin mencoba membuat sesuatu yang berbeda. Setelah pertimbangan sebentar, akhirnya pilihan jatuh pada buku "Mengikhlaskanmu, Aku Bisa" yang diterbitkan oleh TransMedia Pustaka.
Buku ini bagi saya menarik, karena pertama kalinya membaca model buku fiksi berupa novel dengan tulisan yang indah dan membuat saya ketagihan membaca sampai akhir. Jangan dibayangkan sama dengan novel pada umumnya. Buku terbitan TransMedia Utama menurut saya selalu punya ciri khas sendiri.
Novel ini benar-benar berbeda dituliskan dengan minim dialog dan tanda petik di atas. Lebih menyajikan monolog 'Aku' dengan dipenuhi deskripsi dan narasi. Buku sejenis yang pernah saya baca ialah "Cinta yang Diacuhkan" penulis Khrisna Pabhicara. Bertema sama seputar patah hati, cinta tak berbalas, dan proses move on yang tak mudah. Didukung penyajian apik tentu akan mempermainkan emosi pembaca terlebih jika punya kisah hidup sama.
Identitas Buku
Judul: Mengikhlaskanmu, Aku Bisa
Penulis: Yusuf Hamdani, penggagas akun @perkataka
Penerbit: Jakarta, TransMedia Pustaka
Tahun: 2017
Spesifikasi: xxi, 228 hlm, 13 x 19 cm
ISBN: 978-602-1036-70-9
Genre: Fiksi
Blurb
Kita adalah ketidaksengajaan yang disengajakan.
Menyadari bahwa kita tak bisa menghindar dari setiap nyaman yang tercipta.
Kita adalah rasa sayang yang tak bisa disebut cinta.
Mengerti bahwa kita tak bisa bersama karena tak ingin mematahkan hati yang lainnya.
Aku ingin kamu bahagia, sungguh. Aku siap melihatmu bahagia bersama seseorang meski bukan aku.
Mungkin ini adalah akhir kita, dan awal baru bagimu.
Bahagialah, sebab dengannya kamu bisa berikan hatimu secara utuh.
Bahagialah, sehingga mematahkan hatiku tak menjadi penyesalan di kemudian hari.
Keunikan Buku
Menjamurnya kalimat pendek puitis di beranda media sosial ternyata juga mendorong para penulis status di dunia maya berlomba untuk menuliskannya dalam buku cetak. Buku yang berjudul "Mengikhlaskanmu, Aku Bisa" merupakan buku pertama dari Yusuf Hamdani. Untuk seorang penulis pasti menjadi tulisan yang sangat spesial dalam kehidupannya. Berdasarkan pengalaman masa lalu, buku ini mengajarkan tentang proses.
Memberikan pemahaman bagi pembaca bahwa cinta kadang juga tak berhasil. Harapan yang terlanjur tertuju pada dia memang sulit untuk melepaskannya. Tapi bukan berarti tidak bisa. Karena segalanya tentang waktu yang mengajarkan pentingnya ikhlas menjalani kehidupan. Bahagialah cinta yang baru pasti akan datang.
Meminjam kata yang sedang tren, bagi 'sahabat ambyar' dekaplah buku ini. Semoga bisa menjadi penguat untuk hati yang telah patah berkali-kali.
#ODOPBatch7 #TantanganPekan3
Waaah keren mbak😍
BalasHapusMatur suwun mbak 😘
Hapus