Tuliskan Kegilaanmu!
Tuliskan Kegilaanmu!
Oleh Karis RosidaMenulislah sebelum kau mati! Bagikan ceritamu, biarkan orang mengenal siapa dirimu sesungguhnya. Jangan bersembunyi, tunjukkan ke dunia kalau kau benar-benar ada di semesta ini. Sungguh indah saat miliaran manusia mengetahui keberadaanmu, hadirmu di nanti melalui ide-ide gila dan tulisan yang bernyawa. Tak perlu teriak-teriak membuat sensasi, bungkam mereka dengan kata-kata magismu. Taklukkan dunia bersama hati tulus dan imajinasi yang kau wujudkan di tulisan fiksi.
***
Jujur saja saya mulai memberanikan diri menulis sejak tiga bulan terakhir ini. Di usia yang mungkin bagi sebagian orang dikatakan terlambat. Tapi bagi saya tidak apa-apa sebab perjalanan masing-masing orang pasti akan berbeda dan ada waktu tersendiri. Bisikan untuk menulis begitu kuat dan saya yakin di balik semua ada campur tangan Tuhan yang menghendaki saya bertemu dengan komunitas-komunitas literasi yang satu pemikiran. Dan saya tidak merasa sendirian.
Memulai menulis bagi saya seperti memasuki dunia baru yang sama sekali belum pernah saya mengenal atau bahkan menyapanya. Saya dengan mantap memutuskan menjamah ke alam fiksi. Padahal saya sadari sepanjang hidup saya sangat jarang membaca buku-buku beraliran fiksi seperti puisi, cerpen, dan novel. Seingat saya hanya ada tiga atau empat novel yang pernah saya buka lembaran-lembarannya meski tidak pernah tuntas mengkhatamkan. Dengan gagah saya memberanikan diri menantang diri sendiri. Hanya bermodal nekat.
Kenapa memilih fiksi? Jawabannya cukup sederhana, karena hanya melalui fiksi saya bisa menuangkan rasa yang ada dalam hati. Pemikiran-pemikiran yang sudah terpendam lama di kepala begitu gamblang tertulis dalam wujud kata-kata. Semakin saya mendalami menulis fiksi pada akhirnya saya menemukan nyawa yang tertidur sangat panjang. Saya bagai terlahir kembali. Ada semangat yang menyala membawa ruh yang berbeda.
Terkadang saya juga masih menyempatkan menulis non-fiksi dan benar saja saat membaca hasil tulisannya, entah kenapa merasa tulisan saya tidak bernyawa. Seakan ada yang hilang tertelan kalimat-kalimat yang monoton tanpa ada rasa dan fantasi gila seperti yang saya tuliskan dalam genre fiksi. Ah jati diri saya menghilang di dalamnya.
#OdopBatch7 #TantanganPekan2 #Harike10

Mungkin mba nya memang cocok nulis fiksi
BalasHapusSaya sebetulnya nggak pilih2 sih kalau nulis, tapi entah kenapa kalau di fiksi lebih keluar nyawanya 😂😂
HapusTerima kasih sudah berkunjung 🙏😊
Dan ini berhasil membungkam perasaan-perasaan pesimis. Benar-benar kalimat magis. :)
BalasHapus.
.
Arsilogi.id
Terima kasih 🙏😊 masih belajar nulisnya 😁
HapusKalau saya, terbiasa menulis non fiksi. Jadi, harus menantang diri sendiri menulis fiksi
BalasHapusTerima kasih,, semangat n sukses jg kak nulisnya 🙏😉
HapusWah..suka sama paragraf pembukanya, semangat mbak menulisnya.
BalasHapusTerima kasih kak 🙏😁
HapusMasih belajar dari nol aku nulisnya 😃
Wah fiksi, mau dong diajarin nulis fiksi. Saya kalau nulis fiksi suka mentok. Menyambungkan kisah demi kisah dan membangun dialog membuat saya mengernyitkan dahi. Pusing, Kakak... 🤭
BalasHapusHaduhh aku jg masih belajar dari nol kak 😂😂
HapusSama2 belajar lah 😁